Dampak makro utama bagi Asia adalah optimisme pasar yang sensitif terhadap pertumbuhan terjadi bersamaan dengan risiko pasokan, perdagangan, dan iklim yang masih dapat mempersulit latar belakang inflasi dan kebijakan. Investor kembali mendapat sinyal kepercayaan dari pasar saham AS, namun kondisi global masih belum merata.
Di New York, Nasdaq dan S&P 500 mencapai rekor tertinggi baru pada 26 Mei, dipimpin oleh saham-saham terkait semikonduktor. Hal ini penting bagi Asia karena kawasan ini merupakan pusat rantai pasokan chip, dan selera risiko yang lebih kuat seputar AI dan semikonduktor dapat mendukung eksportir, investasi teknologi, dan sentimen ekuitas di pasar-pasar utama Asia.
Pada saat yang sama, Panama menggunakan debat Dewan Keamanan PBB untuk mendukung dialog mengenai konfrontasi ketika ketegangan seputar terusan dan Tiongkok terus meningkat. Bagi Asia, segala ketegangan yang melibatkan rute pelayaran utama atau infrastruktur strategis harus diawasi dengan ketat karena hal ini dapat memengaruhi arus perdagangan, biaya pengangkutan, dan persaingan yang lebih luas antara AS-Tiongkok.
Di Jepang, Asahi mengatakan akan mengalihkan produk utama “bir kategori ketiga” ke dalam kategori bir menjelang revisi pajak minuman keras tahun ini, yang akan membuat bir menjadi penerima potongan pajak. Langkah ini menunjukkan bagaimana kebijakan pajak secara langsung mengubah harga dan posisi produk perusahaan, dan hal ini dapat meningkatkan persaingan ketika perusahaan pembuat bir besar di Jepang menyesuaikan portofolionya dengan perubahan insentif permintaan.
Di tempat lain, laporan kematian dan cedera setelah ledakan tangki bahan kimia di pabrik pulp dan kertas di negara bagian Washington menunjukkan potensi gangguan industri, sementara gelombang panas awal yang tidak biasa di Eropa sudah memecahkan rekor dan menyebabkan korban jiwa. Perkembangan ini penting karena guncangan pasokan, keterbatasan utilitas, dan kerusakan akibat cuaca dapat meningkatkan biaya input dan membuat pembuat kebijakan tetap waspada terhadap risiko inflasi bahkan ketika momentum pasar masih kuat.