Eropa Tahan Suku Bunga, Belanja AI dan Peninjauan Pasukan AS Guncang Pasar

URL copied!

Kebijakan moneter di Eropa diperkirakan tetap ketat, dengan bank sentral utama mempertahankan suku bunga di tengah risiko stagflasi yang persisten. Di sisi lain, laporan keuangan perusahaan teknologi besar AS memicu pengawasan baru terhadap belanja modal terkait AI dan implikasinya terhadap pasar. Sementara itu, peninjauan tingkat pasukan AS di Jerman menambah lapisan geopolitik yang dapat memengaruhi prospek kebijakan dan pertumbuhan Eropa secara lebih luas.

Kisah makroekonomi Eropa saat ini menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan masih mengutamakan kredibilitas daripada terburu-buru. Ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BoE) akan mempertahankan suku bunga mengindikasikan bahwa para pejabat melihat sedikit ruang untuk pelonggaran mendadak, mengingat risiko inflasi dan pertumbuhan yang lemah masih saling tarik-menarik.

Situasi ini membuat Eropa menghadapi tantangan stagflasi yang tidak asing. Jika aktivitas ekonomi tetap lesu sementara tekanan harga tetap tinggi, bank sentral mungkin terpaksa menoleransi permintaan yang lebih lemah untuk jangka waktu lebih lama, daripada mengambil risiko memicu kembali inflasi melalui pemotongan suku bunga yang prematur.

Di Amerika Serikat, perhatian bergeser pada apakah perusahaan teknologi terbesar dapat membenarkan skala belanja mereka untuk kecerdasan buatan (AI). Laporan keuangan dari Meta, Amazon, Alphabet, dan Microsoft telah membuat investor tidak hanya fokus pada pendapatan, tetapi juga pada seberapa agresif kas dialokasikan untuk infrastruktur AI dan apakah imbal hasilnya akan datang cukup cepat.

Fluktuasi saham-saham teknologi besar ini penting tidak hanya di pasar

Buka grafik terkait

Hasil Treasury 10 Tahun

Treasury Spread 10 tahun dikurangi 2 tahun

Ruang Kerja Makro

Data Terkait