Sinyal makro yang utama adalah menurunnya kepercayaan diri sementara guncangan geopolitik menambah risiko kenaikan harga, sebuah kombinasi yang memperumit prospek pertumbuhan dan inflasi.
Di Amerika Serikat, sentimen konsumen turun ke rekor terendah, dengan indeks utama Universitas Michigan turun menjadi 47,6. Penurunan ini menggarisbawahi bagaimana ketakutan terhadap inflasi dan ketidakpastian terkait perang membebani rumah tangga, yang merupakan sebuah tanda peringatan bagi konsumsi, yang merupakan mesin utama pertumbuhan AS.
Pada saat yang sama, Eropa diperingatkan tentang kemungkinan tekanan energi dan transportasi jika Selat Hormuz tetap ditutup. Airports Council International mengatakan kekurangan parafin bisa menjadi kritis dalam waktu tiga minggu, menyoroti betapa cepatnya gangguan pasokan di Teluk dapat menyebabkan kekurangan bahan bakar penerbangan dan tekanan biaya yang lebih luas.
Hal ini menambah saluran makro kedua terhadap guncangan yang terjadi saat ini: bahkan ketika ekspektasi permintaan melemah, risiko dari sisi penawaran dapat membuat inflasi tetap tinggi. Bagi para pengambil kebijakan, hal ini merupakan kombinasi yang tidak nyaman karena aktivitas yang lebih lemah biasanya akan memerlukan dukungan, sementara tekanan harga yang baru akan memerlukan kehati-hatian.
Di Asia, janji pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk menjalin hubungan “multi-sisi” dengan Tiongkok menandakan pengingat lain bahwa blok geopolitik terus menguat. Meskipun dampak langsung terhadap perekonomian tidak terlalu langsung dibandingkan dengan sentimen atau berita utama, pertemuan tersebut menambah ketegangan strategis dan ketidakpastian kebijakan yang lebih luas di seluruh kawasan.
Pesan gabungan yang disampaikan kepada pasar adalah bahwa risiko penurunan pertumbuhan meningkat seiring dengan semakin sulitnya mengendalikan inflasi. Hal ini penting bagi ekspektasi suku bunga, sektor-sektor yang sensitif terhadap energi, biaya transportasi, dan selera risiko yang lebih luas jika para pengambil kebijakan terpaksa menghadapi melemahnya permintaan di samping adanya guncangan pasokan yang baru.