Peta perekonomian dunia
Lacak pertumbuhan, inflasi, dan suku bunga secara bersamaan.
Beralih langsung dari data negara ke grafik dan berita.
Mulai dari negara atau indikator
Peringkat PDB Dunia
Lihat Peringkat Lengkap →| # | Negara | PDB | PDB per Kapita | Pertumbuhan PDB | Populasi |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 |
|
$28,751B (Rp491,896.3T) Rp491,896.3T | $84,534 | +2.79% | 340M |
| 2 |
|
$18,744B (Rp320,685.3T) Rp320,685.3T | $13,303 | +4.98% | 1,409M |
| 3 |
|
$4,686B (Rp80,165.2T) Rp80,165.2T | $56,104 | -0.50% | 84M |
| 4 |
|
$4,028B (Rp68,907.6T) Rp68,907.6T | $32,487 | +0.10% | 124M |
| 5 |
|
$3,910B (Rp66,893.8T) Rp66,893.8T | $2,695 | +6.49% | 1,451M |
| 6 |
|
$3,686B (Rp63,063.9T) Rp63,063.9T | $53,246 | +1.13% | 69M |
| 7 |
|
$3,160B (Rp54,071.6T) Rp54,071.6T | $46,103 | +1.19% | 69M |
| 8 |
|
$2,381B (Rp40,733.2T) Rp40,733.2T | $40,385 | +0.69% | 59M |
| 9 |
|
$2,244B (Rp38,386.1T) Rp38,386.1T | $54,340 | +1.55% | 41M |
| 10 |
|
$2,186B (Rp37,396.9T) Rp37,396.9T | $10,311 | +3.42% | 212M |
Pulsa hari ini
Tampilan singkat pergerakan makro terbaru. Telusuri semua 3 item terkini dan riwayat di arsip.
● Ketegangan Iran membayangi pertumbuhan global saat IMF memangkas proyeksinya menjadi 3,1%, sementara indeks leading Australia bertahan di atas 100, menegaskan prospek ekonomi yang beragam OECD Composite Leading Indicator Australia
Penurunan proyeksi pertumbuhan global oleh IMF menjadi 3,1% di tengah meningkatnya ketegangan seputar Iran menunjukkan bahwa risiko geopolitik mulai membebani permintaan global melalui harga energi, gangguan pengiriman, dan melemahnya kepercayaan bisnis, sementara OECD Composite Leading Indicator Australia di 100,82 menunjukkan momentum domestik masih konsisten dengan ekspansi. Pesan yang lebih luas bukanlah perlambatan global yang seragam, melainkan siklus yang lebih tidak merata, di mana negara pengekspor komoditas masih mempertahankan sebagian dukungan meski permintaan eksternal yang lebih lemah dan kondisi keuangan yang lebih ketat menjadi penyeimbang. Indikator utama yang perlu dicermati berikutnya adalah keberlanjutan kenaikan harga minyak dan LNG, biaya angkut dan asuransi, inflasi inti dan respons bank sentral, serta khusus untuk Australia, apakah tenaga kerja, konsumsi, perumahan, dan permintaan yang terkait dengan China memvalidasi sinyal dari indeks leading tersebut. Pertanyaan makro utama adalah apakah guncangan inflasi yang didorong sisi penawaran mulai memperkuat perlambatan pertumbuhan global, atau apakah ketahanan ekonomi yang kaya sumber daya dan ditopang permintaan domestik dapat meredam perlambatan yang lebih luas.
● Harapan terobosan di Timur Tengah kembali mengangkat saham AS, dengan S&P 500 di 6886.24 mendekati wilayah rekor sementara imbal hasil Treasury 10-tahun berada di 4.31% United States S&P 500 Index 10-Year Treasury Yield
Harapan akan terobosan di Timur Tengah sedang mendorong selera risiko, dan kombinasi S&P 500 di 6886.24 yang mendekati wilayah rekor dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang masih di 4.31% menunjukkan bahwa pasar memperhitungkan berkurangnya tekanan geopolitik sambil tetap menuntut kompensasi atas pertumbuhan yang tangguh, inflasi yang tetap lengket, dan risiko fiskal. Dengan kata lain, ini bukan sekadar reli saham karena imbal hasil turun; pergerakan ini ditopang optimisme laba dan ketahanan makro, tetapi valuasi tetap rentan jika suku bunga jangka panjang bertahan tinggi atau kembali naik. Hal utama yang perlu dicermati berikutnya adalah apakah narasi meredanya ketegangan geopolitik bertahan, bagaimana harga minyak dan ekspektasi inflasi merespons, bagaimana ekspektasi pelonggaran The Fed berkembang, dan apakah kepemimpinan pasar saham meluas melampaui kelompok sempit saham mega-cap. Jika saham siklikal dan saham berkapitalisasi kecil mulai ikut serta dengan lebih berarti, itu akan menandakan latar risk-on yang lebih sehat; jika tidak, pergerakan ini bisa lebih terlihat sebagai optimisme yang terkonsentrasi daripada re-rating makro yang berkelanjutan.
● Tarif taksi di 23 distrik Tokyo, Musashino, dan Mitaka akan direvisi mulai tanggal 20, dengan kenaikan biaya berbasis jarak yang mencerminkan tekanan inflasi saat CPI Jepang mencapai 112.20 Japan OECD Consumer Price Index
Revisi tarif taksi di 23 distrik Tokyo, Musashino, dan Mitaka menunjukkan bahwa tekanan inflasi yang lebih luas, sebagaimana tercermin dalam pembacaan OECD CPI Jepang di 112.20, kini semakin terlihat mengalir ke harga layanan lokal. Ini bukan sekadar soal transportasi: ini menunjukkan bahwa kenaikan biaya tenaga kerja, bahan bakar, perawatan kendaraan, dan asuransi sedang diteruskan ke layanan tatap muka di wilayah perkotaan, memperkuat pandangan bahwa inflasi jasa yang mendasari tetap lengket. Hal utama yang perlu dicermati berikutnya adalah apakah permintaan taksi melemah, apakah penerusan harga serupa meluas ke restoran, hotel, dan logistik, serta apakah pertumbuhan upah dan perbaikan pendapatan riil cukup kuat untuk menyerap biaya yang lebih tinggi ini. Secara lebih luas, pertanyaan makronya adalah apakah kenaikan berulang pada harga layanan sehari-hari mendorong ekspektasi inflasi rumah tangga dan mendukung normalisasi lebih lanjut oleh Bank of Japan, atau justru menahan konsumsi dan melemahkan permintaan.